![]() |
| Foto: Pembukaan PPAB GMNI Cabang Ngada (doc/corong demokrasi) |
Corong Demokrasi-Ngada, NTT- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Ngada sukses menggelar kegiatan Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) angkatan IX Tahun 2026.
Kegiatan yang diikuti oleh puluhan peserta ini mengusung tema "Membumikan Nasionalisme, Marhaenisme di Tanah Ngada''
Tema tersebut menjadi pesan bagi seluruh peserta PPAB untuk selalu menjadikan pemikiran Bung Karno sebagai landasan dalam memperjuangkan keadilan, kesejahteraan, dan martabat masyarakat.
Bagi GMNI Cabang Ngada, membumikan Nasionalisme Marhaenisme di Tanah Ngada berarti menjadikan rakyat sebagai pusat perjuangan, keadilan sebagai prinsip, dan pengabdian sebagai tanggung jawab.
Ketua GMNI Cabang Ngada, Florianus Setiadi, mengatakan forum PPAB bukan sekadar proses penerimaan anggota baru. Lebih dari itu, PPAB merupakan ruang pembentukan kader yang memiliki kesadaran ideologis, keberanian berpikir kritis, dan keberpihakan yang jelas kepada rakyat kecil.
Ia menegaskan nasionalisme tidak boleh hanya menjadi slogan dalam pidato dan kegiatan seremonial. Nasionalisme harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
"Nasionalisme harus diwujudkan melalui tindakan nyata, memperjuangkan keadilan, kesejahteraan, dan martabat masyarakat,''tegasnya.
Kepada peserta PPAB, ia juga menekankan pentingnya keberanian melihat persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari pendidikan, pertanian, kesempatan kerja, hingga pemerataan pembangunan di Kabupaten Ngada
"Kita tidak boleh hanya pandai berbicara tentang penderitaan rakyat, tetapi harus bersedia turun langsung, mendengarkan aspirasi masyarakat, mengkaji persoalan, dan menyampaikan solusi yang dapat dipertanggungjawabkan,''ujarnya.
Yang tak kalah penting, kata dia, GMNI Cabang Ngada harus tetap berdiri independen dan kritis terhadap kekuasaan.
"Kita mendukung kebijakan yang berpihak kepada rakyat, tetapi tidak boleh diam ketika terdapat kebijakan yang merugikan kepentingan masyarakat,''ujarnya.
Menurutnya, segala bentuk kritik bukanlah bentuk permusuhan, melainkan tanggung jawab moral untuk mendorong perubahan yang lebih baik.
"Kepada seluruh peserta PPAB, jadilah kader yang tidak hanya kuat dalam teori, tetapi juga memiliki keberanian untuk bertindak. Jangan sampai kita berbicara tentang Marhaenisme, tetapi kehilangan kepekaan terhadap persoalan rakyat di sekitar kita''tegasnya.
Ia berharap melalui forum PPAB tersebut, GMNI Cabang Ngada semakin kuat dalam ideologi, matang dalam berpikir, tegas dalam bersikap, dan nyata dalam tindakan.
"Mari kita buktikan bahwa GMNI bukan sekadar organisasi yang berbicara tentang perubahan, tetapi organisasi yang berani berpikir, bergerak, dan berjuang bersama rakyat.''tutupnya.
Kegiatan PPAB itu turut dihadiri sejumlah alumni GMNI Cabang Ngada, yakni Verisiana Candra Wea, Theobaldus Keo, Jefrianus Api, Yohanes Elias Baselo Wogo, serta Ketua DPD GMNI NTT Bonaventura Goan.**
*(VG)



