![]() |
| Foto : Ist. |
Yang sedang kita hadapi bukan krisis moral generasi muda, melainkan krisis keberpihakan negara yang semakin nyata. Negara absen ketika rakyat kecil membutuhkan perlindungan paling dasar: kesehatan mental, akses pendidikan, dan rasa aman untuk hidup bermartabat.
Generasi muda dipaksa tumbuh di tengah tekanan berlapis. Judi online dibiarkan merajalela merusak nalar dan masa depan. Pinjaman online dilegalkan untuk menjebak rakyat dalam lingkaran utang tanpa jalan keluar. Akses pendidikan dipersempit oleh kemiskinan struktural, sementara negara berdiri setengah hati, lebih sibuk mengatur angka daripada menyelamatkan manusia.
Sebagaimana ditegaskan Kifli Bonar, kader Solidaritas Rakyat Sulawesi Selatan, tragedi ini bukan kegagalan individu, bukan soal lemah iman atau rapuh mental. Ini adalah kegagalan struktural. Sistem yang sengaja dibiarkan longgar, pengawasan yang pura-pura, dan kebijakan yang lebih ramah pada modal ketimbang pada nyawa rakyat.
Sementara pejabat sibuk memamerkan grafik pertumbuhan, indeks capaian, dan presentasi penuh warna, di lapangan anak-anak sekolah tumbang karena kemiskinan yang tak pernah dihitung dalam statistik negara. Ada pelajar yang putus asa bukan karena malas, tetapi karena dipaksa bertahan dalam sistem yang menuntut tanpa menopang.
Kita hidup di zaman ketika keberhasilan diukur dari slide presentasi, bukan dari apakah rakyat bisa hidup layak. Data dipoles rapi, realitas disembunyikan. Di balik angka-angka itu ada kegelisahan kolektif: kecemasan yang menumpuk, depresi yang tak tertangani, dan masa depan yang makin menyempit bagi mereka yang lahir dari keluarga miskin.
Karena itu, sungguh keji jika tragedi demi tragedi terus dibebankan kepada generasi muda. Yang harus diadili adalah cara negara membangun sistem: sistem yang menekan, membiarkan, lalu menyalahkan korban ketika rakyat jatuh.
Ini bukan soal statistik. Ini bukan soal citra. Ini soal manusia dan negara yang gagal berpihak padanya.
Penulis : Kifli Bonar (SRS)



