| Pelantikan Pengurus Komite Pusat Gerakan Revolusi Demokratik, Rabu (30/9/2026). |
Corong Demokrasi - Komite Pusat Gerakan Revolusi Demokratik (KP-GRD) resmi melantik jajaran pengurus baru Periode 2026-2028, Rabu (30/9/2026).
Pelantikan tersebut mengusung tema "Membangun Kekuatan Kolektif Serta Mengorganisir Perlawanan''
Ketua Komite Pusat GRD,Donyson Laumaney,mengatakan tema pelantikan kali ini merupakan penegasan bagi seluruh kader untuk selalu bertumpu pada prinsip organisasi sebagai pijakan perjuangan.
Ia menjelaskan,pelantikan ini merupakan rangkaian dari kegiatan kongres ke-IV yang dilaksanakan pada Agustus lalu.
"Bukan agenda seremonial belaka. Kita bahas substansi bagaimana merancang strategi, taktik perjuangan yang sifatnya substantif, yaitu melawan suatu sistem tatanan negara yang cenderung menghegemoni masyarakat secara humanis ala kapitalisme,'' jelasnya.
Menurutnya,kondisi indonesia saat ini
di hegemoni sistem kapitalisme. Masyarakat mendapatkan demokrasi yang terpotong,miskin dan palsu.
*(AR)
"Bukan agenda seremonial belaka. Kita bahas substansi bagaimana merancang strategi, taktik perjuangan yang sifatnya substantif, yaitu melawan suatu sistem tatanan negara yang cenderung menghegemoni masyarakat secara humanis ala kapitalisme,'' jelasnya.
Menurutnya,kondisi indonesia saat ini
di hegemoni sistem kapitalisme. Masyarakat mendapatkan demokrasi yang terpotong,miskin dan palsu.
Di bawa sistem kapitalisme ini ia menilai kemerdekaan rakyat perlahan direnggut.
"Saya mengajak kawan-kawan yang dilantik hari ini untuk terus membangun kekuatan kolektif, mengorganisir perlawanan dengan pencangkokan kesadaran terhadap klas massa yang tertindas yaitu klas ploretariat,” paparnya.
Lebih lanjut, Donyson menilai negara saat ini banyak mengeluarkan aturan liberal yang membatasi ruang gerak masyarakat.
"Hal ini menjadi tantangan bagi pengurus baru untuk bisa menjadi garda terdepan dalam membangkitkan eskalasi gerakan yang dimulai oleh Gerakan Revolusi Demokratik ”pungkasnya.
"Saya mengajak kawan-kawan yang dilantik hari ini untuk terus membangun kekuatan kolektif, mengorganisir perlawanan dengan pencangkokan kesadaran terhadap klas massa yang tertindas yaitu klas ploretariat,” paparnya.
Lebih lanjut, Donyson menilai negara saat ini banyak mengeluarkan aturan liberal yang membatasi ruang gerak masyarakat.
"Hal ini menjadi tantangan bagi pengurus baru untuk bisa menjadi garda terdepan dalam membangkitkan eskalasi gerakan yang dimulai oleh Gerakan Revolusi Demokratik ”pungkasnya.
Pada pelantikan ini beberapa nama juga dilantik sebagai pengurus inti.
Diketahui, posisi Sekretaris Jendral Komite Pusat GRD diisi oleh Varin Semaun. Sementara posisi bendahara umum diisi Isha Ahing.


