![]() |
| Foto : Ist. |
Kedatangan puluhan Massa tersebut meminta klarifikasi dari kepala desa Tueng prihal pembangunan jalan telfor dari Wae Pitak menuju kampung Lakang.
Kanisius Sabar selaku koordinator mendesak kepala desa Tueng Maximilianus Hambur untuk mempertanggungjawabkan pembangunan yang mangkrak.
Pembangunan telfor ini bersumber dari Dana Desa dan merupakan anggaran dana fisik tahun anggaran 2025.
Sementara pagu dana dan volumenya, masyarakat tidak mengetahui besarannya lantaran tidak memasang papan informasi.
"Kami mendesak Kepala desa Tueng untuk mengklarifikasi alasan di balik mangkraknya pembangunan jalan ini," ungkap Kanisius Sabar saat di wawancara di kantor desa Tueng Rabu 28 Januari 2026.
Dalam audiensi yang berlangsung di kantor desa Tueng 28 Januari 2026, kepala desa Tueng Maximilianus Hambur menjelaskan mangkaraknya pembangunan tersebut dikarenakan ada kendala teknis.
"Ada beberapa kendala teknis sehingga pembangunan ini menjadi hambatan," tandas Rian panggilan akrabnya saat beraudiensi dengan masyarakat RT Lakang di kantor desa Tueng.
Dalam audiens tersebut, Jajaran pemerintah Desa Tueng berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan jalan telfor tersebut.
"Kami akan melanjutkan dan di usahakan selesai tahun ini," pungkasnya.
Namun Kanisius Sabar tidak puas dengan komitmen dari kepala desa Tueng dan akan melanjutkan pihak yang berwajib.
"Saya tidak puas dengan jawaban dari pak Kades tadi dan kami akan melanjutkan ke pihak yang berwajib," ujarnya.
Selain mangkraknya pembangunan, Kanisius Sabar juga menyoroti minimnya kualitas yang sudah dikerjakan.
Untuk diketahui, pekerjaan yang sudah dikerjakan diestimasikan kurang lebih hanya sekitar Seratus meter (100 m).
"Kami juga melihat secara kasat mata prihal kualitas kerjanya, sangat minim dan terkesan kerja asal-asalan saja," tegasnya.
"Kami juga menduga ada konspirasi yang mengarah ke dugaan tindak pidana korupsi, karena sejak dari awal sudah mengindikasikan dugaan korupsi seperti tidak jelasnya siapa ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dan siapa anggotanya serta papan informasi yang tidak dipasang," tutupnya.
*(red)



