Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita


Pemasangan Spanduk Oleh OTK di Benteng Rotterdam Diskreditkan Komrad

July 16, 2026 Last Updated 2026-07-16T14:27:44Z

Foto : Ist.
Corong Demokrasi,- Komite Rakyat Demokratik (Komrad) kembali di terpa isu miring yang belum diketahui dari mana asal-muasal isu tersebut, Kamis (16/07/2026).

Pada hari Kamis 16 Juli 2026 rekan salah satu pasukan komrad mendapatkan informasi melalui via telepon whatsapp dari warga kota Makassar.

Pasukan Komrad, Hidayat, usai mendapat kabar tak sedap itu, langsung menghubungi warga tersebut untuk memastikan informasi yang didapatkan.

"Saat informasi itu di dapatkan, saya langsung hubungi orang disana untuk memastikan kebenaran informasi," ucap Hidayat.

Lanjut, ternyata benar, ada spanduk yang terpasang di pagar Benteng Rotterdam yang bertuliskan "Komrad Munafik $Doekji Mu Cari$"

Sementara ini, pihak Komrad masih melakukan penelusuran dan mendalami hal tersebut terkait apa motif dibaliknya.

"Kami telah rembuk internal dengan teman-teman di Komrad dan memutuskan untuk sebisanya kami menelusuri dan mendalami terkait pemasangan spanduk tersebut," tuturnya.

Diketahui, sebelum adanya spanduk misterius itu terpasang, komrad gencar melakukan demonstrasi dengan sejumlah isu terkait kinerja rezim prabowo-gibran dan kasus-kasus lokal di kota Makassar.

Jejak tuntutan yang di suarakan komrad yakni Gugat Rezim Prabowo-Gibran, Lindungi Ham, Stop Genosida Ekologi, Alihkan Dana MBG Ke Pendidikan Hingga Desakan untuk DPR RI Agar Secepatnya Mengesahkan UU Perampasan Aset.

Hidayat, menyampaikan juga bahwa spanduk dan tulisan didalamnya tentu menjadi hal yang lebih menumbuhkan semangat teman-teman dalam menyuarakan aspirasi.

"Dengan adanya spanduk itu, kami apresiasi setinggi-tingginya karena menjadi hal yang lebih meningkatkan semangat kami dalam menyampaikan permasalahan di indonesia," tegasnya.

Kata hidayat, Spanduk yang dipasang OTK, bagian dari aspirasinya, kami tentu menerima atau tidak menolak. Tetapi lebih elegan tampaknya jika pihak yang memasang memunculkan diri dan mengajak kami untuk diskusi secara publik.

Komrad menegaskan bahwa sikapnya dalam terpaan isu seperti itu tentu tidak dengan respons amarah dan semacamnya. Melainkan mengapresiasi segala bentuk ekspresi demokrasi.

"Kami merespons itu tidak dengan amarah melainkan dengan apresiasi. Kami juga meminta kepada seluruh pihak untuk tidak terprovokasi. Kami Cinta Indonesia dan tidak membenarkan tindakan yang memecah belah rakyat sipil," tutup Hidayat.

*(red)


×
Berita Terbaru Update