Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita


Maju Calon Presma dan Wapresma, Vickidolin dan Vinsensia Optimis Majukan BEM Unika St. Paulus Ruteng

September 15, 2026 Last Updated 2026-09-15T14:02:42Z

Foto : Vickidolin P. Karpus (Kiri) Vinsensia Putri Baru (Kanan) Calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa Unika St. Paulus Ruteng 

Corong Demokrasi
— Vickidolin Polin Karpus bersama Vinsensia Putri Baru,secara resmi mendaftarkan diri sebagai Calon Ketua BEM Universitas Katolik Santu Paulus Ruteng (Unika St. Paulus Ruteng) Priode 2026-2027, Selasa (15/9/2026).

Saat dikonfirmasi pada Selasa malam, Vickidolin mengatakan pencalonannya bersama Vinsensia merupakan hasil konsolidasi yang telah dipersiapkan secara matang bersama tim dan sejumlah pihak yang mendukung langkah tersebut.

Ia menerangkan, paket Vickidolin dan Vinsensia dalam pencalonannya, membawa slogan “Berpikir Kritis, Bertindak Humanis.”

Berpikir kritis dan bertindak humanis yang ia maksud adalah dua prinsip yang tidak dapat dipisahkan dalam membentuk karakter mahasiswa sekaligus pemimpin organisasi. 

Menurutnya, kemampuan intelektual harus berjalan seiring dengan sikap yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan martabat sesama.

“Berpikir kritis berarti mahasiswa memiliki keberanian untuk membaca dan menganalisis persoalan secara tajam,'' ujarnya
 
Sementara,soal bertindak humanis yang ia maksud adalah langkah dan keputusan tetap menempatkan manusia, martabat, serta kesejahteraan bersama sebagai pertimbangan utama.

Ia menambahka, prinsip humanisme yang ditawarkan juga diarahkan pada terciptanya kehidupan organisasi yang inklusif. Menurutnya, pelayanan dan keberpihakan BEM tidak boleh dibatasi oleh perbedaan suku, agama, ras, maupun status sosial.

Rekam Jejak Organisasi

Nama Vickidolin Polin Karpus sebelumnya telah dikenal dalam sejumlah aktivitas organisasi, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.

Di lingkungan Unika St. Paulus Ruteng, mahasiswa Program Studi Teologi tersebut pernah menjabat sebagai Wakil Ketua HMPS Program Studi Teologi. Ia juga terlibat dalam Komunitas Synergoi dan kegiatan Putra Putri Kampus.

Di luar kampus, Vickidolin bergabung dengan Persatuan Mahasiswa Ndoso, Manggarai Barat. Ia juga tercatat sebagai anggota aktif Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Manggarai.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal yang ia bawa dalam kontestasi pemilihan Ketua dan Wakil Ketua BEM periode mendatang.

Visi dan Misi

Dalam pencalonannya, Vickidolin dan Vinsensia mengusung visi:

“Mewujudkan kehidupan kemahasiswaan yang kritis, humanis, demokratis, inklusif, dan berdaya melalui BEM yang aspiratif, transparan, kolaboratif, serta berpihak pada kepentingan mahasiswa.”

Untuk mewujudkan visi tersebut, pasangan ini menawarkan delapan agenda utama.

Pertama, membangun budaya berpikir kritis dengan mendorong mahasiswa membaca persoalan secara objektif, menguji kebijakan, menyampaikan pendapat berdasarkan argumentasi, serta menawarkan solusi yang berangkat dari data dan realitas sosial.

Kedua, menghadirkan gerakan mahasiswa yang humanis melalui penguatan kepedulian, solidaritas, empati, dan keberpihakan kepada mahasiswa yang menghadapi persoalan akademik maupun sosial.

Ketiga, memperkuat fungsi advokasi mahasiswa dengan menjadikan BEM sebagai ruang pengaduan, pendampingan, sekaligus wadah perjuangan aspirasi mahasiswa secara terbuka, konstruktif, dan bertanggung jawab.

Keempat, membangun tata kelola BEM yang transparan dan demokratis, terutama dalam proses pengambilan keputusan, pelaksanaan program, pengelolaan anggaran, hingga penyampaian pertanggungjawaban kepada mahasiswa.

Kelima, memperluas kolaborasi dan pemberdayaan mahasiswa dengan membangun kerja sama antara BEM, organisasi mahasiswa, unit kegiatan mahasiswa (UKM), program studi, pimpinan universitas, alumni, serta masyarakat.

Keenam, mengembangkan ruang intelektual dan kreativitas mahasiswa melalui forum diskusi, kajian, pelatihan, kompetisi, dan berbagai wadah kreativitas yang dapat meningkatkan produktivitas, inovasi, serta karakter mahasiswa.

Ketujuh, meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sosial dan lingkungan dengan mendorong keterlibatan mahasiswa dalam isu kemanusiaan, kebudayaan, kemasyarakatan, dan lingkungan sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kedelapan, membentuk mahasiswa sebagai agen perubahan yang tidak hanya menjadi penerima kebijakan kampus, tetapi mampu mengambil peran sebagai subjek yang berpikir, menyampaikan gagasan, bergerak, dan menciptakan perubahan positif.

Vickidolin menutup keterangannya dengan mengajak seluruh mahasiswa Unika St. Paulus Ruteng agar menggunakan momentum pemilihan BEM secara kritis.

Kata dia, pesta demokrasi mahasiswa tidak semata-mata tentang menentukan siapa yang akan memimpin, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memilih arah gerakan dan masa depan kehidupan kemahasiswaan di kampus.

"Saya berharap teman-teman mahasiswa untuk tidak sekadar memilih pemimpin, Pilihlah pemimpin dengan melihat rekam jejak, gagasan, visi, serta komitmen membesarkan organisasi,'' tutupnya. 

Penulis : (AR) 



×
Berita Terbaru Update