Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita


BEM FE UP Kecam Dugaan Teror dan Pemasangan Alat Pelacak Terhadap Aktivis GRD

April 16, 2026 Last Updated 2026-04-16T15:33:59Z

Foto : Flavianus Todok, ketua BEM Fakultas Ekonomi Universitas Patompo Makassar.
Corong Demokrasi,- Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Patompo Makassar (BEM FE UP) mengecam keras dugaan teror dan intimidasi terhadap aktivis Gerakan Revolusi Demokratik.

Melalui pesan singkatnya kepada Corong Demokrasi, Kamis (16/04/2026), Flavianus Todok selaku ketua BEM FE UP mengatakan bahwa tindakan pemasangan alat pelacak pada motor aktivis GRD adalah tindakan yang tidak dibenarkan.

Menurutnya, tindakan itu adalah bentuk ancaman serius terhadap demokrasi dan kebebasan sipil.

"Kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum dalam bentuk aksi unjuk rasa itu sudah diatur dalam Undang-undang dan itu adalah hak konstitusional yang tidak boleh dibatasi ataupun diancam dalam bentuk apapun," tegasnya.

"Kami mengecam keras tindakan pemasangan alat pelacak pada motor sekjen KP-GRD, karena itu adalah bentuk pelanggaran serius terhadap hak privasi dan target operasi tertentu yang mengancam keamanan pribadi," pungkasnya.

Lebih lanjut, Lavi, sapaan akrabnya, juga menyerukan solidaritas kepada seluruh organisasi mahasiswa, serikat buruh, NGO, dan elemen masyarakat sipil untuk mengawal kasus ini sebagai bagian dari perjuangan mempertahankan ruang aman dan menolak segala bentuk pembungkaman terhadap gerakan rakyat.

"Kami dari BEM FE UP menegaskan akan berdiri bersama GRD untuk melawan segala bentuk teror dan intimidasi terhadap gerakan rakyat," tutupnya.

Diketahui, alat pelacak yang terpasang pada motor sekjen KP-GRD itu ditemukan pada Senin, (13/04) pukul 16.45 WITA. Awal mula ditemukannya alat tersebut saat hendak mengencangkan baut knalpot dan terdengar suara menyerupai detak jam kemudian dilakukan pemeriksaan pada semua kap motor ditemukan alat tersebut terpasang di bagian kanan dengan terlilit double tape.

Setelah diperiksa, alat tersebut bertuliskan ANERCY plus. Berdasarkan penelusuran awal, alat tersebut diduga merupakan perangkat pelacak pintar atau smart tracker.

Penemuan alat ini berkaitan dengan aksi unjuk rasa Gerakan Revolusi Demokratik (GRD) selama ini yang mengangkat isu "Rakyat Bersatu Gulingkan Prabowo-Gibran". Sepanjang periode 2025, dengan isu ini, GRD telah mendapatkan serangkaian dugaan teror baik terhadap lembaga maupun secara personal terhadap ketua KP-GRD.

*(red) 


×
Berita Terbaru Update