![]() |
| Foto : Tangkapan layar aksi oknum premanisme membubarkan paksa aksi unjuk rasa GRD di Pertigaan Jl. Hertasning-Pettarani, Kota Makassar, Selasa (02/06/2026). |
Sekitar pukul 15.30 massa aksi GRD tiba di titik aksi Pertigaan Hertasning-Pettarani dan melakukan aksi.
Massa aksi membentangkan spanduk bertuliskan "Gulingkan Prabowo-Gibran Pukul Balik Rezim Militeristik" sambil melakukan orasi.
Selang 15 menit kemudian, massa aksi tiba-tiba didatangi oleh sejumlah oknum berpakaian biasa bertubuh kekar membubarkan paksa massa aksi. Salah satu kader GRD menjadi sasaran pemukulan oleh oknum-oknum tersebut.
Tak hanya itu, megaphone yang digunakan massa aksi diambil secara paksa.
Menyikapi tindakan premanisme oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab tersebut, Jimi Saputra selaku ketua Komite Pusat Gerakan Revolusi Demokratik (KP-GRD) angkat bicara.
Menurutnya, tindakan tersebut mencederai demokrasi dan kebebasan masyarakat dalam manyampaikan pendapat di muka umum.
"Ini adalah sebuah tindakan premanisme yang menghalangi kebebasan berekspresi," ujarya Jimi Saputra.
"Secara tegas kami mengutuk keras tindakan oknum-oknum yang membubarkan paksa aksi unjuk rasa GRD," tegasnya.
Lebih lanjut, Jimi Saputra menegaskan bahwa tindakan intimidasi terhadap aksi unjuk rasa GRD oleh sejumlah oknum tersebut tidak akan menghentikan langkahnya dalam menyampaikan tuntutan yang ada.
"Secara organisasi kami tetap pada sikap politik dan tuntutan kami yaitu gulingkan Prabowo-Gibran, pukul balik rezim militeristik dan jegal orba jilid 2," tutupnya.
*(red)



