![]() |
| Foto : Aksi penggalangan dana untuk korban gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) oleh mahasiswa Makassar asal Flores di Kota Makassar. |
Aksi kemanusiaan tersebut melibatkan tiga organisasi mahasiswa, yakni Ikatan Mahasiswa Manggarai Raya Makassar (IKMMAR), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Gowa, dan Gerakan Revolusi Demokratik (GRD).
Para mahasiswa mulai turun ke lapangan sekitar pukul 16.00 Wita di kawasan Jalan Boulevard, Makassar.
Berdasarkan pantauan media, Selasa (18/8/2026), penggalangan dana tersebut telah memasuki hari ketiga sejak pertama kali digelar pada 16 Agustus 2026.
Jimi menyampaikan keprihatinan mendalam atas gempa kuat yang mengguncang wilayah NTT pada Sabtu pagi. Berdasarkan informasi BMKG, gempa berkekuatan M7,7 berpusat di sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, NTT, dan sempat memicu peringatan dini tsunami.
Ketua KP-GRD, Jimi Saputra, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas mahasiswa perantauan terhadap masyarakat Flores yang tengah menghadapi musibah gempa.
“Pada malam hari ini kami kembali melakukan aksi penggalangan dana. Jadi yang melakukan aksi penggalangan dana itu ada tiga organisasi. Yang pertama adalah Gerakan Revolusi Demokratik, yang kedua adalah PMKRI Cabang Gowa, dan yang ketiga adalah Himpunan Mahasiswa Manggarai Raya,” kata Jimi.
Menurut Jimi, aksi tersebut tidak hanya berorientasi pada pengumpulan dana, tetapi menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap saudara-saudara mereka yang terdampak bencana di Pulau Flores.
“Tujuan daripada aksi penggalangan dana ini adalah untuk membantu saudara-saudara yang terkena musibah di Pulau Flores,” ujarnya.
Ia menegaskan, sasaran utama penggalangan dana adalah masyarakat yang menjadi korban dan membutuhkan bantuan akibat bencana tersebut.
Lebih lanjut, Jimi memberi pesan kepada pemerintah ia meminta pemerintah harus betul-betul memastikan setiap masyarakat tidak boleh merasakan kelaparan dan kesulitan sesuai kebutuhan para korban.
Pemerintah harus memastikan bantuan logistik bantuan disalurkan secara merata, terutama kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat serta lansia, anak-anak, ibu hamil/menyusui dan yang memiliki penyakit bawaan.
Terkhusus untuk masyarakat yang mengungsi, harus di pastikan tempat pengungsian yang nyaman dan aman.
Keselamatan dan kebutuhan masyarakat harus di utamakan dan harus mengupayakan yang terbaik untuk seluruh masyarakat Flores, NTT
Tak hanya bantuan kebutuhan dasar, ia juga meminta pemerintah memberikan perhatian terhadap kerusakan rumah warga akibat gempa.
Proses pemulihan harus menyentuh kebutuhan jangka panjang masyarakat yang kehilangan atau mengalami kerusakan tempat tinggal.
"Harapan kami juga segala kerusakan rumah-rumah daripada korban bencana itu harus diperbaiki oleh negara," ujarnya
"Catatan penting adalah jangan biarkan mereka dianggap selamat sebelum benar-benar pulih," tutupnya.
*(red)



