Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita


Gempa M7,7 Guncang NTT, 266 Rumah Rusak dan Ratusan Warga Desa Welu Terdampak

August 18, 2026 Last Updated 2026-08-17T16:29:39Z

Foto : Ist.
Corong Demokrasi,- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 turut berdampak pada masyarakat Desa Welu, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai.

Berdasarkan pendataan sementara Pemerintah Desa Welu, sedikitnya 266 rumah warga dan lima fasilitas umum mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 88 rumah mengalami rusak berat, 38 rumah rusak sedang, dan 140 rumah rusak ringan.

Kerusakan tersebar di sejumlah wilayah dusun, di antaranya Dusun Welu, Toak, Rangat, dan Lujang. Kondisi tersebut menyebabkan ratusan warga, mulai dari anak-anak, orang tua hingga lanjut usia (lansia), harus mengungsi dan mencari tempat yang lebih aman.

Kepala Desa Welu, Vinsensius Jampur Damas, saat dikonfirmasi pada Senin (17/8/2026) malam, mengatakan jumlah tersebut masih merupakan hasil pendataan sementara.

Menurut Vinsensius, data tersebut belum final karena masih terdapat rumah warga yang belum didata secara detail.

Ia mengatakan, sejak Sabtu (15/8/2026), pemerintah desa telah menginstruksikan aparat desa, mulai dari tingkat dusun hingga rukun tetangga (RT), untuk melakukan pendataan terhadap rumah dan warga yang terdampak gempa.

“Kondisi ini mendapat perhatian serius dari kami, Pemerintah Desa, karena sejumlah keluarga kini menghadapi kerusakan tempat tinggal dan membutuhkan perlindungan serta bantuan darurat,” ujar Vinsensius.

Kades Imbau Warga Tinggalkan Rumah yang Rusak.

Vinsensius juga meminta masyarakat tidak mengabaikan keselamatan, mengingat gempa susulan masih terjadi meskipun dalam skala kecil.

Ia mengimbau seluruh warga untuk sementara meninggalkan bangunan yang mengalami kerusakan dan berkumpul di posko-posko yang telah disiapkan di setiap dusun.

Warga yang rumahnya belum masuk dalam pendataan juga diminta segera melapor kepada pemerintah desa. Pendataan tersebut diperlukan untuk memastikan seluruh warga terdampak tercatat dan tingkat kerusakan dapat diverifikasi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk sementara tidak berada di dalam rumah. Bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah, jangan memaksakan diri untuk tetap berada di dalam rumah. Segera cari tempat yang aman,” tegas Vinsensius.

Pemerintah Desa Welu hingga kini masih melakukan pemantauan kondisi masyarakat serta pendataan lanjutan di sejumlah wilayah desa.

Camat Cibal Ingatkan Warga Tetap Waspada.

Sementara itu, Camat Cibal, Heribertus Wahang Ganar, mengingatkan masyarakat agar tetap waspada setelah gempa.

Masyarakat diminta memeriksa kondisi rumah masing-masing dan tidak memaksakan diri masuk atau tinggal di dalam bangunan yang mengalami kerusakan parah.

Heribertus juga berharap pemerintah desa terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Cibal dalam melakukan pemantauan serta pendataan dampak gempa, khususnya di wilayah Desa Welu.

Hingga Senin (17/8/2026), tercatat 266 rumah mengalami kerusakan, namun angka tersebut masih bersifat sementara. Proses pendataan masih terus dilakukan oleh pemerintah desa bersama aparat di tingkat dusun dan RT.

Pemerintah bersama masyarakat kini berupaya melakukan penanganan sementara serta memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi sambil menunggu hasil pendataan dan penanganan lebih lanjut.

*(arp)


×
Berita Terbaru Update